Bahasa Kopi (Cerpen)

9:27 AM


©KRISS Photography


Cangkir ini tidak berhenti tertawa dengan aroma arabikanya ketika aku mengingatmu memuntahkan kopi pilihanmu sendiri. Tidak ada espresso yang mengecewakan, kecuali hatimu sedang patah. Aku melihat kernyitan wajahmu, lalu muram bersandar dan tubuhmu berteriak untuk menyerah. 

Senyum. Iya, aku tersenyum. 

Aku mengambil gelas kaca kecil berisi espresso milikku. 

Be gentle, feel happy, drink happy. Tapi, beri dia waktu untuk mengenal yang lainnya, jadi satu, melebur dengan ketidaksamaan, dan berakhir dengan keindahan.”, aku mengaduk cream dan espresso dengan sendok kecil di tangan kananku. 

Kopi bermakna kejujuran, apapun jenis kopi, mereka tidak pernah berbohong dengan keadaan. Manusia dan kopi, seperti Juliet yang membutuhkan Romeo-nya. Membutuhkan satu sama lainnya, walaupun kebersamaan bukan akhir cerita. 

Aku percaya, kopi memiliki jalan ceritanya sendiri, melewati segala rintangan hingga akhirnya dihidangkan. Dipetik, dimasak, diolah, lalu menjadi bubuk. Perjalanan hidup sebutir biji kopi, seperti kami, para manusia yang akan mengalami evolusi kehidupan. Dicintai lalu dikhianati. 

Sedikit demi sedikit aku meneguk espresso-ku. 

Look, i’m fine, and it taste incredible. Jadi, kenapa kamu hari ini murung, Sayang…” 

Asam, pahit, manis, dan legit di lidahku. 

Perih, berdarah, luka, dan teriris di hati. Ketika kita benar-benar harus berpisah di tempat pertama kali kita bertemu, 5 tahun yang lalu. Aku benar-benar dibuat kaku dengan seteguk kopi tadi, ditambah dia pergi dari bangku yang ia duduki tadi. 

Bahasaku, bahasanya. Dia lebih jujur daripada bahasa kopi yang tak memiliki kata, tapi rasa. Bahasa yang tak banyak bicara, tapi dinikmati, apapun itu, termasuk pahit dan sakit. 


Aku lupa, biji kopi tidak hanya berakhir di secangkir kopi. Tapi akan tumbuh lagi, di pohon yang sama. Aku yakin, rasa ini akan bangkit lagi, suatu waktu yang belum tentu, di tubuh yang sama. Dan aku masih belum berani, meminum kopi yang sama, seperti ketika kita berawal dan berakhir disini. Di tempat ini. Di kursi ini.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram