Teman Palsu, Boneka Kayu (CERPEN)

5:51 AM

© The Cabinet Card Gallery


Hidup ini opera. 
Manusia pemainnya, bumi adalah panggungnya, dan penontonnya adalah setan, malaikat, dan para jin yang sedang bahagia.

Bahagia melihat kita sedih, tertawa, dan sengsara. 

Aku tidak bisa menyalahkan mereka, yang dulu pernah ku panggil ‘teman’ atau ‘sahabat’, karena meninggalkanku demi kebaikan diri mereka sendiri. Gelar teman sekarang sudah berganti, ke satu orang ke orang lainnya. Seperti boneka kayu, kalau sudah dimakan rayap, dibuang saja. 

Tapi aku benar-benar boneka kayu yang kurang ajar. 

Aku tetap menari dengan tangan kayuku yang hampir habis dimakan waktu. Aku tetap mencoba membuat mereka terhibur, walaupun aku sudah sekarat kesakitan karena kekecewaan. 

Berapa lama lagi tubuh ini bertahan, dan akhirnya aku akan meledak marah dan mengakhiri semua skenario yang ku buat, lalu panggung ini terbakar habis karena percikan api dari tubuhku. 

Sebenarnya aku tidak tahan berteman dengan mereka, tapi biarkan wajah gembira ini menipu, dan ku habiskan masa mini ini demi senyum bahagianya. 

Aku tahu. Aku palsu. 
Tapi, aku juga tahu. Mereka palsu. 
Sama denganku. 

Karena kita sama-sama manusia,
Karena kita sama-sama boneka,

Teman palsu,  

Boneka kayu.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram