Seni Meninggalkanmu (CERPEN)

5:54 AM

© Tinybuddha

Momen yang kita buat, dan segala hal yang sudah kita lakukan bersama, adalah hal paling indah yang takkan pernah bisa aku lupakan. Aku tidak sebodoh itu meng-iya-kan kata-kata mereka tentang melupakanmu. 

Aku jatuh cinta. Setiap hari. Ketika aku mengingatmu sebagai kekasihku. 

Waktu memang akan berputar dan menggiling semua kenangan-kenangan itu ikut tergerus, tapi semakin halus mereka tergerus, semakin halus dan indah kalau semuanya masih tentang kamu. 

Tentang kamu. 
Tentang aku.
Tentang kita.
Sempurna. 

Duduk dibangku kayu kesukaanmu, dan melihat penatnya kota, hal yang biasa kita lakukan untuk kabur dari keresahan, itu cara kita, untuk tetap saling bersama, walaupun kamu tidak disebelahku.

Selama ini memang hanya kamu, yang bisa memuaskan semua kerinduanku, tidak dengan siapapun, sekali pun ada seseorang yang menyerupaimu. Aku jatuh cinta dengan ruh-mu, bukan dengan tubuhmu. 

Tapi begitu mudahnya kamu jatuh cinta, sampai tidak lagi mencintaiku. 

Lalu kamu hilang, di telan keramaian. 
Distorsi yang kamu inginkan, sebuah pernikahan. 
Dan kamu dengannya, aku dengan diriku. 

Aku tetap melakukan hal yang sama, seperti yang kita lakukan saat dulu. Ini adalah caraku untuk mengenangmu, bukan melupakanmu. Ini seni meninggalkanmu, tarian mematikan, nyanyian kesakitan. 

Memang indah, tapi perih. 
Sakit, tapi mau bagaimana lagi. 

Ternyata aku bukan pendampingmu. 

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram