RUMAH DISURGA (CERPEN)

6:07 PM

© School Guides (.com)

Harus ku akui, senyumnya benar-benar manis. Aku jatuh cinta setiap hari, apalagi ketika senyummu mekar dipanasnya matahari.  

Apalah aku ini, lelaki yang takkan bisa membeli sebuah rumah di surga, tapi aku yakin bisa membuatmu bahagia. 

Hari ini, bisakah kita bertemu, semenit saja… Aku ingin melepas rasa rinduku hanya dengan menatap matamu dan sedikit bincang kacang ketika kita berpapasan. 

Tapi hari ini beda. 

Kemarin juga. 

Aku tidak melihat sosokmu sama sekali, dan itu membuatku sekarat, menanti dari pagi hingga sore, hanya kaki-kaki lincah mahasiswa dan mahasiswi yang dikejar waktu, dan aku mengacuhkan waktu, hanya untuk menunggumu. 

Dimana dia? 

Andaikan aku kekasihnya, saat ini aku bisa telpon dan mengajaknya keluar menyusuri hari, dari subuh hingga tengah malam, akan ku buat dia menjadi wanita yang sangat bahagia, itu pun jika dia milikku. 

‘Eh… Iya, kakak kelas itu’ 
‘Ya ampun kasihan banget.’ 
‘Barusan kemarin.’
‘Namanya… Fina, kan?’

Gerombolan tukang gosip itu menyebut namanya. Tiba-tiba, mulutku refleks memanggil dan membuat gerombolan itu berhenti dan menoleh ke arahku. 

“Kenapa si Fina?”

Mereka diam dan sedikit kaget, salah satu dari mereka akhirnya mudeng kalau pertanyaan itu untuk mereka yang sedang membicarakan subjek yang sama: Fina. 

“Coba lihat di grup kampus, Kak.”, salah satu dari mereka menimpali. 

Dengan cepat aku mengambil hp-ku di saku, dan mulai mencari informasi di grup kampus yang sudah memiliki seribu pemberitahuan. Tiba-tiba jariku kaku, berhenti disatu titik, sebuah link berita dengan judul dan gambar. Gambar seseorang yang sangat ingin kumiliki, dengan judul: “Mahasiswi Meninggal Karena Kecelakaan” 

Tanganku lemas. Wajahku melas. 

Aku tidak akan pernah bisa memilikinya, 

Aku benar-benar tidak akan pernah bisa mencoba membelikan rumah untuknya di surga, 


dan terlalu telat untuk membuatnya bahagia. 

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram