Selamat Tahun Baru (CERPEN)

8:49 PM



Kamu tidak akan pernah suka dengan caraku mencintaimu. 

Aku tidak akan mencintaimu dengan pandangan, uraian kata, sentuhan, atau hal-hal yang sudah tua dilakukan. Aku akan mencintaimu dengan rasaku, dengan segala kekecewaanku telah mengenalmu, dan semua rasa syukurku telah jatuh ke dalam lubang hatimu.

Bahagialah kamu dengan hidupmu saat ini, dikelilingi semua elemen yang sangat memberimu semangat hidup, mereka semua mencintaimu dengan cara yang sama. 

Salahkah aku, Tuhan?

Tidak bisa merasakan setiap sentuhan kebahagiaan yang kau berikan, dan hanya bisa merasakan kebahagiaan yang kau berikan ke mereka. 

“Tapi aku percaya, kebahagiaan yang Dia berikan adalah ketika melihatmu tersenyum, menangis, dan mengeluh, ketika bersamaku.” 

Ini penghujung tahun yang indah, aku telah bermetamorfosis menjadi seseorang yang mencintai diriku sendiri, jauh sebelum aku bisa melalui semua yang telah kurasakan bersamamu. Kecewa dan kesedihan yang begitu dalam, dan bangkit dari dan dengan kesendirianku sendiri. 

Aku tidak bisa membuang apa yang telah kurasakan dulu, seseorang yang benci akan hidupnya sendiri dan ingin hidupnya segera berakhir. Tapi, ini perasaan yang benar-benar baru, dan aku merasakan syarat, sedikit demi sedikit ini akan benar-benar membuang diriku yang dulu, menjadi diriku sendiri. 

Benar-benar akan melupakanmu, dan siap untuk segera pergi ke dunia yang penuh dengan hal baru. 

“Aku tidak janji, suatu hari nanti aku akan mengenalmu dengan sikap yang dulu, aku akan mencintaimu dengan cara yang baru: dengan cara tidak mencintaimu.” 

Saat ini adalah hari-hari terakhir, sebelum aku benar-benar menjadi seorang yang tidak akan pernah kamu harapkan, dan menjadi seorang yang hanya memiliki sedikit pilihan untuk tetap menjalani hidup. 

Aku tidak akan pernah memaksamu lagi untuk tetap bersamaku, aku bisa sendiri, kesendirianku kini menjadi dunia yang sedang ku tunggangi untuk menuju kesana. 

“Selamat tinggal, terima kasih telah ada dan pergi dari hidupku.”
“Sesingkat waktu kita bertemu, itu adalah pertemuan yang tidak akan pernah ku lupakan, sesingkat kau melupakanku.” 


Selamat tahun baru. 
Selamat meninggalkanku. 
Selamat menjadi diri yang benar-benar baru. 

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram