LAHIR KEMBALI (CERPEN)

8:07 PM




Aku lahir kembali hari ini. 

Setelah semalam gila menerima kenyataan, aku akhirnya memilih, sedetik setelah tangisku meledak dikeheningan. Aku tertawa kecewa, menyalahkan diri dikaca, dan sakitnya indah sekali, sangat indah.

Kemarin, kepalaku sudah tak sanggup lagi menopang isinya sendiri. Tatapanku melihat ke kaca, sekerjap aku melihat, hari masih malam. Lalu mataku terbuka lagi, ini sudah pagi, terpejam dan terbuka, hari sudah berganti menjadi sore, dan kembali malam. 

Tubuhku masih diposisi yang sama. 

Tidak ada yang datang.

Tidak ada siluet yang mengetuk pintu.

Tidak ada suara, hanya keheningan.

Kukira aku sudah sampai disurga, didunia yang penuh dengan penantian dan pengorbanan, semua yang ku lakukan ternyata tidak berguna, maksudku, s-e-m-u-a-n-y-a. 

Mungkin aku bukan sahabat yang baik, atau sahabat yang diinginkan. Tidak seorangpun dari selusin manusia yang ku panggil ‘sahabat’ muncul ketika aku menunggu, ketika aku sekarat, benar-benar indah, drama kolosal yang kuperankan dan ku akhiri sendiri ini. Tapi ini nyata. 

Sejuta rasa sakit itu muncul sebelum dan sesudah tubuhku terkapar dilantai, aku benar-benar sendiri, manusia dengan gelar kesendirian yang mungkin setara dengan gelar sarjana. Aku melewati ini, sebuah lubang hitam yang datang lagi setelah bertahun-tahun hilang.

Aku tidak marah. 

Tidak ada kata dendam.

Semuanya begitu jernih, ditengah keruhnya udara yang ku hirup. Hidupku benar-benar kacau kemarin, tapi sekarang aku bagaikan seorang bayi yang baru lahir, jiwaku sekarang memilih, bersih dan berdarah. Aku benar-benar merasa bebas sekarang.

Terima kasih, untukmu dan kalian yang mengajarkanku arti kekuatan, aku melewati itu! Sendiri! Aku kira ada kalian, setidaknya salah satu dari kalian, yang menemaniku, tapi kalian sendiri yang mendorongku masuk ke sana, dan memaksaku untuk merasakan arti keberanian. 

Sakit sekali, tapi indah sekali. 

Aku lahir kembali. 


Hari ini, hingga lubang itu kembali datang. 

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram