SELAMANYA

12:30 AM

oleh Rahmad Kurniawan
05 Mei 2016

aku mendengar ayat-ayat itu diubun-ubun,
pertanda malaikat maut menjemput.
indahnya gemerlap. dalam gelap. memikat. 

kunikmati euforia kematian yang kudamba selama ini.
tangis. dramatis. romantis. 
rasa yang tidak akan pernah terulang.

aku marah. marah pada diri sendiri yang egois.
bengis. mati dalam tragis.
senyumku akan abadi, dalam setiap tawamu.

kumohon dalam sentuhan transparan.
jangan menangis, karena aku bahagia.
dijemput sang kuasa.

sejuta dosa masih terasa dikening.
tak berkeruh namun bening.

selamat tinggal, kawan. 
aku akan disisi, dalam sedihmu. 
serbuk kenang akan selalu dikenang.

untuk melahirkan senyum kecut.
senyum benci, bahagia, dan cemberut.

aku akan pudar dalam lupamu.
lahir dalam tangismu. 

aku disini.

selamanya.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram