Manusia Paling Menjijikkan (CERPEN)

10:55 AM


© Stocksy United

Kerinduanku ada ditingkat awan paling atas. Tinggi dan jauh. Berlapis dan tak terlihat. Itu rinduku, dan aku hanya bisa melihat, tidak pernah dapat menyentuhnya. 

Apa yang membawaku kembali dengan perasaan ini?

Sekarang hanya ada aku, rerumputan hijau, dan awan mendung. Sendiri ditengah bukit, menunggu dan bermain dengan imaji. 

Separah itukah aku sekarang? 

Doa dengan bahasa apa yang bisa membuat doaku seketika terkabul, aku tidak mengerti, tapi bahasaku tidak akan pernah sampai. Ke awan tinggi itu, atau pun ke kamu. 

Aku tidak bisa mengatakanmu mati, tapi pergi. 

Bahagia, sedang aku diperangi sendiri. 

Tanpa sebutan dari orang lain, aku akan memanggil diri ini: seorang perindu. 

Pecandu hebat. Tentang kerinduan. 

Melankolis. Dramatis. Individualis. Ketika merindukanmu. Atau aku menyebutnya dengan ‘jijikis’, manusia yang paling menjijikan jika sedang rindu. 

Aku sedikit hidup waktu itu, saat terakhir kau memelukku. Dihari terakhir ketika kau bilang harus pergi dan ‘lupakan aku’. 

Untuk apa aku sekarang sekarat memikirkan seseorang, yang bahkan tidak sedang memikirkanku, bahkan merindukanku. Aku tersiksa. Aku tidak suka. Tapi aku betah. 

Aku yakin 100%, kamu tidak akan bersamaku, kita bukan kisah cinta difilm yang tiba-tiba bertemu dan kembali. Kamu sudah bersama dengan duniamu, dunia yang benar-benar baru, untukmu, tidak untukku. 

Kalau kamu disampingku sekarang, aku ingin cerita, bagaimana sumpeknya waktu tanpamu, aku hampir menyerah, nyaris. 

Duh, sekarang aku malah membayangkanmu disampingku. 

Tersenyum, dan sedang bersandar dibahuku. 

Mungkin aku sudah gila. S-U-D-A-H. Gila karena merindukanmu. Gila karena semua kata tidak terucap dan kau dengarkan. 

Tolong pergi dari otakku, tolong. Aku terlalu mengharapkanmu sekarang, terlalu mengingkanmu yang tidak akan pernah menjadi milikku. 

Mungkin suatu hari kita akan berpapasan, tapi kita sudah berjanji untuk tidak saling kenal. Aku difase melupakanmu, melupakan sentuhanmu, sulit, tapi mungkin terlalu mudah untukmu. 


Lihatlah, sekarang aku benar-benar sangat menjijikkan. 

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram