SEBUAH PERTEMUAN TERAKHIR (Jurnal Puisi #5)

3:58 AM


oleh Rahmad Kurniawan
04 Juni 2016 


Aku yakin ini bukan ilusi.
Permainan mimpi oleh dewi.
Menyentuh wajahnya.

Ku berlari dalam silaunya pagi.
Teriak hati memohon jangan pergi.
Pasrah adalah yang diinginkannya.

Pagar hijau berjeruji menahan.
Panjang tak tergapai mengulur tangan.
Apakah hanya aku yang menteskan air mata?

Jika ini sebuah pertemuan terakhir.
Biarkan suaramu terukir.

Keabadian yang kekal.
Kesalahan yang dangkal.

Terima kasih pernah ada.
Terima kasih pernah singgah.

Ceritaku dan kamu hanya kita yang tahu.
Biarkan yang lain menduga, sesat dalam kata.
Rinduku lebih dari sewindu.
Hati mati rasa, berantakan tak tertata.

Baiklah, aku akan tinggal dineraka ini.
Demi sedetik kenangan indah,
Kau mengajarkanku untuk bertahan walau perih.
Aku tidak memiliki siapapun kecuali nada yang ada.

Bagaimana bisa kau hidup sendiri?



dedicated to my dad, who passed away 9 years ago.

i dreamed him last night.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram