4?

11:49 AM

Bocah yang hilang enam tahun lalu kembali hadir setiap malam, sedikit demi sedikit mengajakku untuk kembali dalam kelamnya masa itu. Marah, benci, rindu, dan segala yang ingin saya tinggalkan dari diri tidak bisa tertahan untuk tergoda.


Menyesal ketika dia masih ada, aku malah tidak ingin dia ada didunia ini, ketika dia pergi, aku malah ingin hadirnya kembali lagi. Poor 12 years old boy, dia sedang menangis dipojokkan kamarnya, setiap jarum jam detik bertambah.

Jika diijinkan untuk kembali, jika diberi memutar waktu ke masa itu, aku tidak akan pernah merasa menyesal pernah memilikinya dalam hidup, tapi ini terlambat, terlalu terlambat untuk sekedar memeluk tubuhnya dan mengatakan aku benar-benar mencintai sosok sepertinya.

Tidak ada sosok yang sama, harapan-harapan yang dibuat oleh diri sendiri, adalah omong kosong terbesar yang pernah kubuat. 

Lelah aku dipermainkan tuhan dengan segala skenarionya, apa setelah ini? sebuah harapan kosong baru? Silahkan, sang pemilik jagat raya, silahkan permainkan aku dengan perasaan yang hadir setelah jam 12 malam ini, silahkan... buat perasaan ini segera mati rasa dan menolak untuk bahagia. 

Saya kira dulu saya tidak bahagia dengannya, saya kira dunia ini kelam ketika dia ada didunia ini, ternyata dunia jauh lebih kelam ketika dia pergi, jauh lebih muram ketika dia memutuskan untuk diambil tuhan. 

Sangat menyesal aku tidak pernah memeluknya dan menikmati momen-momen terakhir dengannya, sangat menyesal aku tidak pernah mendengarkan apa katanya. Lihatlah lelaki umur 20 tahun ini, menyesal karena dengan sengaja meninggalkan kebahagiaan yang sekarang tersesat didalam dunia penuh kebohongan, dunia penuh dengan belukar. 

Jangan pergi. Hadirlah disini. Setidaknya, kapan kau hadir dimimpiku lagi? Apa kau sudah bahagia disurga?


ku ceritakan semua keluh, 
pada lampu tentang lampau.

pria yang kukira sudah sirna,
kembali ada membawa dosa.

apa, lalu apa maunya kembali,
jika hanya ingin menyesali diri.

cukup hari ini kau hadir, 
wahai kau yang sedang menatap mata dikaca.

ceritakan ungkapkan semua terbungkam,
dalam masa penuh kelam.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram