3

5:36 PM



Entah, sudah berapa ribu kali saya merasakan perasaan seperti ini. Sendiri, dan hidup kupanggup dikepala. Aku tidak bisa menahan air mata, kenangan kelam dan bertanya kenapa pada diri menetes satu persatu, mengalir tak terhenti.

Perasaan ditinggal, dan dunia mengabur didepan tatap. Rasa sakit itu masih sama, kecewa dengan perubahan. Aku hanya belum siap masuk ke keadaan ini, tapi sudah beribu kali terjadi.

Aku berlari, dia beralih. Terulang sekian kali.

Oh tuhan, sudah cukup dengan permainan meninggalkan-ditinggalkan ini, andaikan tulisan bisu ini dibaca-Nya, aku masih merasa tidak memiliki takdir menanti.

'Rumah', suasana itu hilang. Benar-benar lenyap dan musnah ketika ini datang. Yang kuharapkan tidak selalu berjalan, malah berhenti menanti kematian. Aku butuh rumah, butuh suasana dan perasaan itu yang masih kuingat dulu itu nyata, tapi seakan sekarang adalah dongeng belaka.

Mana yang harus kunikmati? Aku tidak pernah mendustai, tapi cerita ini menyakiti. Terlalu menyakiti. Adakah 'rumah' disana? atau hanya dineraka?

Tidak ada yang mampu mengerti, sekalipun babi.

Mereka datang dan pergi. Lelah dipermainkan tuhan dengan skenarionya.

Aku ingin pergi dari bumi.

Kesebuah rumah yang dijanjikan.

Harap semua itu kenyataan.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram