RINDU (Jurnal Puisi #3)

7:26 AM

©MissGen


oleh Rahmad Kurniawan
Rabu, 04 Mei 2016.

tidak ada bunga yang tak layu. 
tidak ada mati jika tak hidup. 
tiada hari tanpa senyum. 
tiada hari tanpa sedih. 

apapun kata yang pernah ada.
apapun doa yang kau panjat.
semua kan pudar dibirunya langit,
semua akan ada ujung walau sakit. 

duhai yang sedang jatuh cinta, 
terbutakan kabut berwarna jingga.
nikmati sentuhan semua para dewa,
tercekiklah dalam sengsara penuh tawa. 

ketukan irama tak kan berhenti, 
siap menanti apa yang harus dinanti. 
setiap jamak yang diinjak, 
melamun bisu dalam kerasnya otak. 

demi tuhan, aku bukan diriku selama ini, 
cukup panjang kusiksa diri, 
terkikis bara api yang meraja, 
dalam alunan ketukan baja. 

teriakku tak bersuara dalam gema, 
tapakku melayang diudara.
apa dan siapa menjelma tanda tanya,
seru hati menari lara. 

mengenangmu bukan memelukmu,
mengingatmu bukan mengecupmu,
pergi. pergi. aku tidak mau dijamu semu.

sendiri. diri. mengaku kalau aku rindu.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram