PERCAYA (Jurnal Puisi #1)

5:16 AM


oleh Rahmad Kurniawan
Surabaya, 18 April 2016. 

Aku kehilangan semua yang telah kupercayai. 
Semua yang dibangun oleh satu buah kata ‘percaya’
Diri terlalu bodoh untuk sadar, terlalu lama untuk merasa.
Apa yang salah dengan seutas garis merah ditelapak?

Kenyataan dan harapan terbentur menjadi debu.
Tidak ada batasan diantara mereka, semuanya mengabur.
Tubuhku terapung didalam indahnya wahyu pekat.
Kubahagia menyiksa diri tanpa bernapas. 

Dimana warna? Dimana fana? Dimana nyata?
Apakah bisa terima bahwa aku sudah ‘dewasa’?
Tidak ada kaca yang berani melihat tubuh ini. 
Refleksiku malu melihat bayangannya sendiri.

Langkah kaki berjalan mundur menuju laut lepas.
Melayang diantara ombak yang sedang murka.
Aku tersesat oleh langkah kaki sendiri.
Menuju ke kerajaan ketidakpastian. 

Beginikah caranya?
Terlalu menyiksa, terlalu indah.
Jarum detik mengarah berbalik.
Ruang waktu kembali, dan kembali. 

Kenangan terasa nyata dengan sentuhan maya.
Lagi-lagi terjebak dalam ruang penuh kenangan.
Disinikah rumah yang sebenarnya? 

Tanda tanya terbesar. Jawaban melebar. 
Waktu adalah guru teragung dibumi ini. 
Untuk mengembalikan kepingan-kepingan yang sudah hilang.
Kembali menyusun sebuah hal yang sukar diraih.
Yaitu: ‘Rasa Percaya’



You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram