Review (Tanpa Baca Lagi) Supernova 1 - 5 "Gelombang"

8:59 AM

Review Supernova 1-5 "Gelombang"



Review ini saya buat tanpa membaca bukunya lagi, saya tidak mau curang, saya mau mengingat yang saya baca, yang saya kagumi dari buku Gelombang.

  "Gelombang", judul bukunya saja sudah membuat saya penasaran untuk membaca. Ditambah dengan sampul buku dengan logo ombak yang membuat saya membeli untuk pertama kalinya ditoko buku. 

  Jujur saja, saya mengenal Dewi Lestari, bukan karena buku-buku terbitannya, melainkan karena film yang dulu sempat terkenal, "Perahu Kertas". 

  Sering sekali saya melihat serial buku Supernova berjejer ditoko-toko buku. Tepatnya sebelum Supernova melejit. Saya cuma memegang bukunya, membalik-balikkan buku tebal dan besar itu. Dan berpikir untuk pertama kalinya "buku apa'an nih...", makhlum saya dulu waktu SMP cuma membaca buku-buku roman dan misteri yang menjadi display utama toko buku itu.

  Awal kesan saya melihat buku Supernova adalah "Negeri Antah Berantah" dan "Kisah Klasik". Kesan ini sampai saya membeli untuk pertama kalinya, serial Supernova kelima, GELOMBANG. 

  Kenapa saya tertarik untuk membeli buku ini ? jujur, saya tidak tahu. Saat itu sebenarnya saya mau beli serial The Hunger Games milik Suzanne Collins, dan berbelok kebuku disebelahnya. Cover buku yang penuh misteri itu membuat saya mengambilnya. 

  Awal membaca, 23-24 Januari 2015, membaca keping-keping awal yang membuat saya sadar kalau buku ini bukan buku 'negeri antah berantah' dan 'klasik' yang saya pegang selama ini. Bagian awal menceritakan seorang yang bernama Gio yang didatangi oleh seseorang yang memberinya petunjuk. Awal membaca saya bingung, "Siapa orang itu ?", tapi awal membaca keping awal Gelombang, saya semakin tertarik. 

  Menceritakan tentang kehidupan tradisional Alfa dan keluarganya. Upacara yang sebelumnya tidak pernah diikuti oleh Alfa, membuat dirinya dihantui oleh upacara adat tradisional itu. Si Jaga Portibi yang 'mereka' anggap jahat mulai mengusik Alfa. Tidurnya tidak pernah tenang seperti sebelumnya. 

  Disini saya mulai mengikuti alur cerita. Saya berpikir, "Ok... ada hantu yang mengikuti Alfa.", tapi cerita mulai berkembang, dari guru yang dihormati warga desa mendatangi Alfa diatas pohon (iya kan ?), dan cerita mulai berkembang dan berkembang. 

  Cerita ini mulai menghantui saya, pandangan saya dari buku tidak bisa lepas lama. Alfa mulai melawan rasa takutnya, melawan dan melawan. Sampai batu yang dianggap sebagai 'jimat' adalah penangkal untuk kebaikannya sendiri. 

  Guru satunya lagi yang (saya lupa namanya), menyelamatkan hidup Alfa disungai pagi buta itu. Dan bagian kesukaan saya diwaktu Alfa melihat Si Jaga Portibi didalam sungai waktu dia sedang dalam bahaya. 

  Sampai akhirnya si Guru yang baik ini memberikan batu kepada Alfa, katanya kekuatannya sudah dibalikkan dan dia akan selamat. Lalu dia menghilang. 

  Oke, ini bukan cuma novel biasa (saya berpikir begitu), halaman demi halaman saya baca. Sampai mereka hijrah ke Jakarta karena tekanan sosial. Dan disaat Alfa masih SMA, dirinya sudah menawarkan diri untuk pergi ke Amerika, karena sebenarnya dia tidak tega melihat kakak lelakinya menangis diruang tamu. 

  Cerita mulai berlanjut, dari genk-genk negara yang kadang-kadang mengusik kehidupan Alfa. Tapi, Alfa melawan ketakutan tersebut dengan mempelajari bahasa-bahasa negara genk itu. Saya ingat ! karena liftnya rusak ! 

  Tapi ada satu genk dari Mexico dengan ketua genk dari kakak temannya sendiri, Rodrigo. Kejadian berdarah dengan rasa lawan dan keberanian Alfa. Semuanya begitu melekat diotak saya, karena ceritanya sendiri menarik. 

  Dan Isthar Summer. Saya untuk pertama kalinya berpikir, bahwa wanita ini cuma wanita atau karakter biasa dibuku ini. Lama-kelamaan karakter inilah yang dicari-cari oleh Alfa. Dan karakter ini benar-benar spesial. 

  Alfa yang mencoba untuk sembuh dari penyakit 'yang dirinya sendiri tidak tahu', disaat tidurnya. Momen dimana Alfa mencoba membunuh dirinya sendiri saat tidur dengan menutupi bantal pada wajahnya. Nicky yang centil dan manja. Semuanya menarik ! dan lucu ! apalagi kalau Nicky bertemu dengan Alfa. 

  Alfa bertemu dengan Bintang Jatuh, dan kehidupan dinegeri mimpi. Sampai dia mendapatkan semangkok mie yang ia dapatkan secara gratis dikedai mie yang tidak pernah ia kunjungi sebelumnya. 

  Dan bertemu dengan penulis buku yang ia cari sampai ke negeri Tibet. Saya masih ingat dengan semua kejadian menarik dinovel ini. Ciuman Nicky dibandara dan pengalaman seksual pertama Alfa. Alfa yang bernyanyi diclub. 

  Dan yang paling terakhir, seseorang yang menyanyikan lagu yang membuat Alfa merinding. 

  Saya menyelesaikan novel ini dalam kurun waktu 3 hari. Keesokannya saya langsung pergi ketoko buku dan membeli serial lainnya.

  Oke ! dari sana saya mulai membeli serial Supernova yang lain, seperti serial pertama "Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh". Novel yang sempat membuat saya pusing dengan bahasa ilmiahnya, membuka mata saya dengan seorang wanita (favorit saya) dinovel ini, "Bintang Jatuh". dan Gio yang ada diserial Gelombang. Semuanya sekarang seakan punya setrum, ada tegangan yang nantinya akan tersambung semua dengan apa yang saya baca di Gelombang.

  Dan novel kedua, "Akar" yang membuka mata saya tentang Isthar Summer, dan semuanya tentang pemikiran Bodhi yang botak. Semuanya menarik.

  Saya masih belum membaca novel ketiga "Petir" dan keempat "Partikel". Saya sebenarnya cari yang versi dulu (yang buku besar), dan masih belum ketemu. Tapi nggak masalah juga sebenernya kalau baca yang kecil (versi praktis), tapi kayaknya enakan kalau baca yang besar. 

  Tapi secara keseluruhan, Supernova bisa dibaca melalui Gelombang dulu. Ceritanya tidak terlalu membingungkan dan berat. Humor-humor dinovel Gelombang membuat saya senyum-senyum sendiri. 

  Dan inilah review yang saya buat (tanpa baca bukunya lagi). 



Salam hormat dari saya, 
Rahmad Kurniawan.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram